Saudaraku Palestina

Matahari terbit lagi

Dengan segenap sinar terang

Gaza yang disinari

Tak selaras benderang

Saudaraku,

Kesusahan di sana sini

Kepedihan tiada henti

Sungguh prihatin melihatmu

.

Lalu hujan turun di tengah hari bolong

Membasahi selatan dunia

Berbeda di Timur Tengah sana

Yang tersengat panasnya selongsong

Saudaraku,

Penderitaan bertambah

Keringat terkuras, pun jiwa-jiwa terkasih terhempas

Dirimu tetap tabah

.

Dan petang kalap

Dikelabuhi kepulan asap, berjatuhan alap-alap

Saudaraku,

Gemuruh bergema histeris

Menggetarkan tanah simetris, pun kaki teriris

Tekadmu tak terkikis

.

Kini malam menjelang

Rudal tak henti lalu-lalang

Meninggalkan kobaran yang menjulang

Mengadang yang menerjang

Siapa gerangan menang?

Bersabarlah Saudaraku Palestina tersayang

...

A/N; Saudaraku Palestina by Angchin. Sebenarnya saya sudah pernah publish puisi ini di akun ini tanggal 25 Juli 2014 lalu, hanya saja saya hapus. Ini saya publish ulang :)