"Haaah..."

Seorang pemuda dengan surai pirang memandang malas jadwal mata pelajaran yang harus ia lalui selama satu minggu. Kimia, Fisika,Biologi, PKN, dan Syejarah. Oh God Why? Why Syejarah harus masuk ke dalam kurikulum IPA?!

"Baru hari pertama dah ngeluh, lah bentar elo mau kemana?!" jerit seorang pemuda dengan surai hitam yang memiliki poni lempar itu, terkejut melihat teman satu asramanya yang baru sampai masa pulang lagi? Bahkan udah makai jaket dan nyandang tas. Astaga, duduk semenitpun belom masa pulang lagi?

"Pulang, gue baru ingat istri nungguin di ruma-"

"Elo belom nikah woi!"

"Gue lupa ngasih makan peliharaan di rumah-"

"Kita tinggal di asrama woi!"

"Ah tiba-tiba gue pengen sakit perut-"

"Anjir mana ada yang kayak gitu!"

Pemuda dengan surai hitam itu, Tentou Kriezent sukses geleng-geleng dengan keambiguan pemuda aneh yang saat ini malah manyun? Woi, ini kan bukan simdet! Bijimana kalau ada fujoshi salah paham?!

"Kalian ini pagi-pagi ngapain coba?" sweatdrop seorang pemuda dengan surai hitam dan memiliki mata bewarna biru langit, yang baru saja sampai eh malah udah ada sinetron ga penting.

"Ah, Kazuhiko, ini nih masa dia mau pulang lagi, kan padahal baru aja sampai," ucap Tentou, membuat pemuda itu, Kazuhiko Izuki mangut-mangut dan berkata,"Justru gue pikir dia udah pulang duluan dari tadi."

"Begitu... Hah? Tunggu, Apa?!" shock Tentou.

"Eh emang kenapa?" tanya Izuki.

"Dia ini beneran si Alicio Daichi yang dapat nilai Matematika, Fisika, Kimia sempurna itu?" tanya Tentou yang masih nggak percaya dan nggak yakin.

"Yaah, meski keliatannya begini, dia itu memang Alicio Daichi yang sesuai di rumorkan, soalnya dulu aku sekelas dengannya sih. " ucap Izuki.

"Tapi, kok- Woi! Kabur lewat jendela itu ilegal!" jerit Tentoh, sebelum yang bersangkutan sempat kabur lewat jendela. Yang benar saja, masa kabur lewat jendela sih? Mencolok bener.

"Kalian ini pagi-pagi udah berisik, ada apaan sih?" tanya seorang pemuda dengan surai hitam yang baru saja sampai dan tentu saja acara menikmati teh gratisan dengan udara dingin yang menurutnya Astetik malah terganggu karena keberisikan kelas sebelah. Maka mau tak mau ia beranjak ke kelas sebelah untuk memastikan.

"Eh, Takashi," kaget Izuki melihat sang tetangga super Astetik tetiba datang(?).

"Haruta-san, itu tuh Alicio mau kabur lewat jendela,"ujar Tentou, membuat Takashi menghela nafas pelan lalu berkata,"Halah, ngapain elo kabur lagi Daichi, ini baru hari pertama juga,"

"Hari ini masa sejarah 3 jam pelajaran yang benar aja," ujar pemuda dengan surai pirang itu, Alicio Daichi, menjelaskan permasalahan kenapa ia kabur. Dan tanggapan dari Takashi Haruta? Ia hanya tertawa Jyahad ala antagonis sembari berkata,"Raishain!"

"Takashi bukannya kita berempat sekelas ya?"

Kretak.

Takashi sukses membeku. 3 Jam pelajaran sejarah dalam sehari? Yang benar saja! Dan bukannya ia kelas sebelah?!


Not So Normal

by: Lepion

-History Scary-


"Daichi, ayo pulang." ujar Takashi pada akhirnya, membuat Tentou auto menjerit,"Woi, kenapa elo malah ikutan!"

"Bayangin, Kriezent? Kau kan tau kenapa kita memasuki jurusan IPA?" ujar Takashi, sukses membuat Tentou sweatdrop dan berkata,"Seneng ngitung?"

"Bukan, kita menghindari musuh bebuyutan bernama, Sejarah." ujar Takashi, sukses membuat Tentou makin sweatdrop.

"Tapi, ternyata si Sejarah kampred itu malah muncul di jurusan IPA,"ujar Daichi.

"Udahlah, kalian itu ga usah lebay, sejarah aja ditakutin,"ucap Tentou yang sejujurnya gagal paham. Sejarah doang, apa seremnya coba? Apalagi, rata-rata guru sejarah itu kan kalem, baik, murah syenyum.

"Elo nggak tau seberapa seram sejarah itu," ujar Daichi.

"Udahlah, sejarah tidak seburuk itu kok," ujar Tentou.

"Ya udah, pokoknya gue mau pulang dulua-"

"Kamu mau pulang kemana ya, Alicio Daichi?" pertanyaan singkat itu sukses membuat yang bersangkutan langsung duduk manis di tempat duduknya, bahkan Takashi juga langsung duduk di tempatnya.

Tentou? Ia sukses bingung bercampur heran dan berbatin,"Wah hebat.."

Dan sepanjang jam pelajaran sejarah, Tentou sukses sweatdrop, menyaksikan seorang Alicio Daichi terus dipanggil-panggil dan disuruh-suruh oleh sang guru sejarah. Bahkan hanya buat, ngambilin kertas, minjam pulpen. Pembudakan macam apa ini?

Entah ada dendam apa antara sang guru sejarah Ibu Yoshino dengan seorang Alicio Daichi yang merupakan murid kesayangan para guru itu. Jika boleh jujur Tentou sungguh penasaran. Setengah hidup penasarannya.

"Makanya, jangan mencolok kalau sama Yoshino-sensei bakal ditandain. Dia itu guru paling peka,"ujar Izuki seakan-akan bisa membaca kebingungan Tentou.

Dan Tentou langsung membuat notes agar tidak tidur di pelajaran sejarah seperti yang sering ia lakukan saat di kelas satu, gurunya beda sih.


Omake

"Alicio Daichi, Haruta Takashi, Kriezent Tentou! Kalian bertiga berdiri di luar!" jerit Bu Yoshino saat ketiga pahlawan kita ini malah tertidur pulas, ralat dua tidur yang satu setengah sadar. Dan Takashi sukses pen nabok Izuki yang nahan cekikikan melihat mereka bertiga malah diusir keluar, dasar tidak setia kawin.

"Huaaah,"ujar Tentou yang saat ini menguap pelan.

"Padahal tadi gue udah pasang radar kok ketahuan juga?" heran Takashi.

"Ya udah gue lanjut tidur ke atap sekolah ya?" ujar Daichi yang langsung meninggalkan area depan kelas, apakah karena ia masih setengah bangun, atau memang cari mati. Entahlah. Yang pasti hukuman Bu Yoshino telah menunggu untuk mereka bertiga yang beraninya ketiduran saat jam sekolah berlangsung.

End Of Omake


Awalnya saya bingung antara Not so Normal atau Not so Perfect, tapi kayaknya bagusan Not so Normal aja jadi begitulah #Oi.

Original Character Belong to their author.